Dalam sejenak naungan, waktu yang ku benci ini ku ratapi. Serentak hatiku berteriak dengan lantang: “Kenapa waktu disini terasa begitu lama? rasa-rasanya sudah bertahun-tahun aku habiskan waktu di tempat ini, padahal saat masih di tanah air hari-hari terasa cepat”.
Akhirnya akupun terhenyak dan sadar bahwa ternyata selama ini aku hanya menyalahkan waktu. Justru ketidak betahanlah yang membuat semua yang ku jalani ini terasa lama.
Dalam kesunyian Aku kembali merenung hingga hatiku bicara: “Seandainya saja teman-teman sejatiku ikut menemaniku disini, mungkin tinggal dimanapun akan menjadi betah, Karena dengan bersama mereka, aku tak pernah mengenal sedih apalagi rasa kesepian seperti saat ini.
Kawan-kawan, kalian dimana sekarang? Seandainya kalian kini duduk disampingku, sungguh banyak cerita yang mestinya kau saksikan.
Namun jalan kita masih panjang. Akupun masih bnyak yang harus dilakukan. Aku tak mau ketinggalan kalian yang sudah pada sukses dalam karier dan pekerjaan, bahkan ada diantara kalian yang telah melangsungkan pernikahan. Doakanlah aku kawan agar aku segera pulang dan menyusul kalian.


